Bawa Sajam Masuk Kota Bima, Tiga Warga Langgudu Digep Tim Covid-19
Tiga Pelaku, Sajam dan Aparat Keamanan
di Perbatasan Kota Bima di Ni'u (18/5/2020)
|
Visioner
Berita Kota Bima-Pengendalianj pengawasan dan pemeriksaan yang dilakukan oleh
tim gugus Covid-19 Kota Bima di wilayah perbatasan di kawasan Ni’u, bukan saja melakukan
cek suhu badan bagi para pedatang ke wilayah setempat. Namun, hal tersebut juga
dimanfaatkan untuk mengikis angka kriminal di Kota Bima, antara lain Curanmor
dan hal lain yang berdampakan kepada terjadinya stabilitas keamanan daerah.
Senin malam (18/5/2020), aparat TNI, Polri dan Sat Pol PP yang
tergabung dalam tim Gugus Covid-19 Kota berhasil menggep tiga orang warga asal Desda
Waworada Kecamatan Langgudu Kabupaten Bima. Yakni BP (18), AZ (19) dan MHM
(23). Ketiganya digep aparat karena kedapatan membawa senjata Tajam dalam
bentuk golok, panah dan sebilah parang panjang.
Semula alias sebelum digep aparat, ketiganya datang dari arah
barat menuju Kota Bima menggunakan sepeda motor bebe merk Yamaha Soni.
Ketiganya terlohat bonceng bertiga. Melihat gelagat ketiganya yang dinilai “berbeda”
akhirnya aparat keamanan yang tergabung dalam tim Gugus Covid-19 Koya menghentikan
kendaraan yang ditumpangi ketiga pelaku dan kemudian melakukan penggeledahan.
Alhasil, setelah ketiganya diseret ke posko pengendalian,
pengawasan dan pemeriksaan-aparat menemukan ada Sajam yang dibawa oleh ketiga
pelaku ini. Saat diperiksa petugas, ketiganya beralasan hendak ke rumah
neneknya di salah satu wilayah di Kota Bima. Namun alasan tersebut, justeru tak
mampu mencegah ketegasan aparat hingga menggelandangnya menuju Mapolres Bima
Kota untuk periksa sesuai dengan ketentuan UU darurat pasal 12 tahun 1951.
Kapolres Bima Kota, AKBP Haryo Tejo, S.IK membenarkan telah
diamankan ketiga pelaku pembawa Sajam tersebut. Kini ketiganya sedang dilakukan
pemeriksaan secara intensif oleh pihak Sat reskrim setempat dibawah kendali
Kasat Reskrim, Iptu Hilmi Manossoh Prayugo, S.IK. “Ketiganya ditangkap
diperbatasan oleh aparat keamanan yang tergabung dalam Satgas Gugus Covid-19
Kota sekitar dua jam lalu (20.00 Wita),” ungkap Kapolres Bima Kota.
Untuk memastikan apakah ketiganya memiliki tujuan lain memasuki
Kota Bima dengan membawa Sajam tersebut, Kapolres Bima belum bisa memastikanya.
Sebab, Penyidik Reskrim Unit Tipidter masih melakukan penyelidikan secara
mendalam. “Namun jika melihat dari jenis Sajam yang disita itu, patut diduga
bahwa ketiganya memiliki tujuan lain. Namun untuk mengetahui secara pasti,
berikan kesempatan kepada penyidik untuk bekerja dalam menangani kasus ini,”
tegasnya.
Singkatnya,
hingga kini ketiga pelaku Sajam tersebut masih diperiksa dan diamankan di
Mapolres Bima Kota. Namun apakah ketiganya nantinya hanya akan dibina dan
kemudian dilepas atau kasusnya akan dilanjutkan, Kapolres Bima Kota ini juga
belum bisa memberikan kepastian. “Apakah ketiganya hanya dilakukan pembinaan
dan kemudian membuat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatanya atau
kasusnya akan dilanjutkan, ya kita lihat saja perkembangan penangananya,”
pungkas.
Kapolres Bima Kota ini kemudian menambahkan, upaya pengendalian, pengawasan dan pemeriksaan di wilayah perbatasan (berbagai pintu masuk Kota Bima) dilakukan sejak awal dan akan berakhir sampai dengan waktu yang belum ditentukan.
"Yang tidak menggunakan masker ketiga masuk Kota Bima tentu saja dipulangkan kembali ke rumahnya. Oleh karena itu, kami menghimbau agar siapapun yang masuk Kota Bima untuk menggunakan masker. Bagi yang kedapatan membawa Sajam, tentu saja akan diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Membawa Sajam masuk Kota Bima, tujuanya untuk apa?. Oleh karenanya, yang kedapatan membawa Sajam tentu saja akan ditangkap dan diproses secara hukum," pungkasnya.
(TIM VISIONER)
Tulis Komentar Anda