Orang Bima Tak Perlu Cemas, Soal Isu Virus Corona di KSB Disebut Negative
![]() |
Humas RSUD Bima, dr. Akbar |
Dugaan
yang terjadi di KSB tersebut, juga membuat sejumlah warga baik Kota maupun
Kabupaten Bima untuk mengantisipasinya secara dini dengan cara membeli masker,
berbondong-bondong mencuci muka, tangan dan lainya. Hal ini terlihat
dilakukanya hampir setiap jam, khususnya di gedung Kantor Walikota Bima.
Tak
hanya itu, informasi di KSB tersebut juga diceritakan oleh warga khususnya di
Kota Bima di berbagai counter Handphone dan bahkan di warung-warung makan. Pada
penelusuran yang dilakukan oleh Visioner, Selasa (3/3/2020)-tak sedikit warga
yang menanyakan tentang benar atau sebaliknya kejadian di KSB itu. Sebab, isu
tersebut mu;ai merebak di Bima sejak kemarin siang (2/3/2020), dan bahkan masih
berlangsung sampai saat ini.
Informasi
soal Virus Corona di KSB itu, juga dibicarakan di sejumlah salon kecantikan di
Bima. Customer salon kecantikan tersebut, juga mempertanyakan kepada Visioner
tentang isu virus corona di KSB. “Kami mendengar adanya dugaan dua warga KSB
yang terjangkoit virus corona. Isu ini terjadi sejak kemarin dan bahkan masih
kencang dibicarakan hingga saat ini. Informasi tentang yang di KSB itu, tentu
saja membuat warga menjadi khawatir dan hingga kini ada juga yang berbondong-bondong
membeli masker,” tandas sejumlah costumer di salah satu salon kecantikan di
Kota Bima, Selasa (3/3/2020).
Kekhawatiran
yang sama juga dipaparkan oleh warga Kota Bima di sejumlah perbengkelan
kendaraan setempat. Berdasarkan informasi yang diperolehnya dari KSB tersebut,
warga mendesak Pemkot Bima maupun Pemkab Bima agar segera mengeluarkan himbauan
secara resmi untuk meminimalisir kekhawatiran warganya. “Kamu juga sudah
membaca adanya berita yang menyebutkan bahwa dua orang warga di KSB tersebut
negative virus corona. Namun demikian, kami meminta agar Bupati Bima dan
Walikota segera mengeluarkan himbauan kepada warganya untuk melakukan
antisipasi secara dini,” desakwarga tersebut.
Untuk
menjawab kekhawatiran warga Bima dalam kaitan itu, ini penjelasan Kepala Dinas
Kesehatan (Kadiskes) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), H. Tuwuh, Kepada awak
media, Selasa (3/3/2020) Tuwuh memastikan bahwa kedua warga tersebut tidak
teriveksi virus corona. Kepastian soal itu, diketahui setelah pihaknya
melakukan pengawasan secara ketat terhadap kedua warga dimaksud. “Pengawasan
terhadap keduanya silakukan selama dua minggu berturut-turut. Hasilnya, keduanya
sudah sangat normal,” terang Tuwuh.
Selama
dua minggu itu pula, kedua warga tersebut tidak diperkenankan untuk pulang ke
rumahnya. Hal tersebut, lebih kepada mempermudah pihak medis melakukan
pengobatan serta memantau kondisi kesehatanya. “Aawalnya saat tiba di kampung
halamanya, satu dari keduanya terkena flu,” tandasnya.
Kata
Tuwuh, keduanya dipantau guna memastikan dan hasilnya tidak terinveksi virus
corona. Pengawasan ketat dilakukan, diakuinya juga dilakukan kepada setiap pendatang
(pengunjung) khususnya warga negara asing (WNA) yang datang ke Sumbawa. Meski
telah melalui pantauan tenaga kesehatan di Bandara oleh Kantor Kesehatan
Pelabuhan (KKP) terangnya, setiap pendatang akan dipantau kembali oleh Dikes
KSB dengan melibatkan pihak terkait. “Pantauan merupakan keharusan guna
memastikan kondisi kesehatan pada tiap pendatang, atau dengan kata lain bahwa
yang bersangkutan tidak terjangkit viruz corona,” tegasnya.
Saat
ini paparnya, RSUD Asy Syifa KSB telah menyiapkan satu ruangan khusus.
Tujuanya, digunakan jika ditemukan adanya pasien yang teriveksi virus corona.
Secara terpisah, Dirut RSUD Bima melalui Humasnya yakni dr. Akbar menyarankan
agar masyarakat tidak panik.
“Melalui
media online visionerbima.com ini, kami menghimbau agar masyarakat yang
mengidap penyakit batu dan flu agar senantiasa menggunakan masker. Tujuanya
agar tidak tertular atau menularkan kepada orang lain. Selanjutnya, kami
menghimbau agar masyarakat harus rajin cuci tangan, olah raga teratur dan
mengkonumsi multivitamin guna meningkatkan daya tahan tubuh,” imbuhnya, Selasa
(3/3/2020).
Akbar yang juga Ketua Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) ini kemudian menjelaskan, tanda-tanda awal virus corona berawal dari influenza
sehingga sulit untuk mendeteksi apakah terserang virus dimaksud atau
sebaliknya. Sementara tanda-tanda lebih spesifiknya adalah sesak nafas berat
yang mengakibatkan kepada susah sekali beraktivitas. “Di situ mungkin baru
kelihatan yang bersangkutan mengidap virus corona. Dan untuk lebih pastinya,
harus melakukan pemeriksaan laboratorium guna mendeteksi penyakit tersebut,”
urainya.
Pihaknya
dari Tim PKRS, setiap haris selalu menghimbau kepada pasien dan pengunjung di
RSUD untuk tetap waspada terhadap virus corona. Salah satunya, jika batuk maka
harus segera menutup mulut. “Selanjutnya cuci tangan dan tidak membuang ludah
sembarangan. Berdasarkan surat dari Menkes RI, RSUD Bima sudah ditunjuk sebagai
Rumah Sakit Rujukan. Jadi, kita menyediakan ruanganya dan fasilitas-falitas
lain untuk menanggulanginya sedang kita persiapkan,” paparnya.
Akbar
memastikan, bahwa sampai sejauh ini tak ada warga di Bima yang terinfeksi oleh
Virus Corona. Namun demikian, kami juga menghimbau kepada pihak Dikes untuk
lebih gencar lagi melakukan pemeriksaan kepada setiap TKI dari luar negeri yang
pulang ke kampung halamanya. “Sebab, warga Bima yang menjadi TKI kan banyak.
Dalam hal ini, kerjasama antara Dikes dengan pihak Imigrasi Bima juga sangat
diperlukan,” desaknya. “Kami juga mendengar soal di KSB itu. Namun akhirnya
kami tahu bahwa kedua warga tersebut dinyatakan negative terinfeksi virus
corona,” pungkasnya.
Secara
terpisah Kadiskes Kota Bima melalui Sekretarisnya yakni H. Ahmad menyatakan
bahwa sejak awal pihaknya telah melakukan pertemuan dengan pihak KKP,
Kepala-Kepala Puskesmas dan Dokter-Dokter di Rumah sakit untuk memperluaskan
informasi tentang virus corona. “Insya Allah kita akan tetap melakukan
koordinasid engan KKP dan semua jaringan yang ada di bawahnya, jika ada
gejala-gejala yang mengarah ke virus corona agar segera ke RSIUD Bima sebagai
RS rujukan. Sebab, di sana sudah dipersiapkan ruang isolasi,” sahutnya, Selasa
(3/3/2020).
Sementara untuk
melakukan pengawasan terhadap WNA yang berkunjung ke Kota Bima, pihaknya tetap
melakukan koordinasi dengan KKP dan pihak Bandar Udara Salahudin Bima. “Jika
ada WNA yang berkunjung ke Kota Bima, maka kami akan segera menyikapinya secara
bersama-sama dengan pihak KKP, Bandar Udara Sultan Salahudin Bima dan pihak
Imigrasi Bima,” ujarnya. (TIM VISIONER)
Tulis Komentar Anda